Suka dengan artikel ini? Kamu bisa apresiasi penulis dengan membelikan segelas kopi digital.
☕ Traktir Kopi di TrakteerBon Dia, selamat pagi sahabat
Udara berhembus hangat, sehangat kalian
Pasir putih, cafe, dan bir menjadi satu.
Lelaki memanggul ikan, hilir-mudik di Motael.
Maaf, rupiah tak berlaku di sini. Hanya dolar dan centavos.
Kota ini penuh dengan keindahan dan kedamaian
Inikah penyebab Pak Tua culas itu ingin menidurimu?
Kemudian si laknat membiarkan lars serdadu menginjak-injak Santa Cruz?
Salib dan gereja berdiri gagah
Kita larut dalam sujud tabernakel
Mendaras Mazmur bersama Karmelit dan Fransiskan
Semilir angin dan bunga mawar mewangi
Cristo Rei, kebanggaan sepanjang segala abad
Obrigado – terimakasih – untuk kalian gadis hitam manis bermahkota Tais.
Juga buat kamu, satria gagah penari tebe-tebe.
Tangan kokoh Karol Jozef Wojtyla menjaga kalian
Dia mencium dan memberkati tanah ini.
Cisto Rei, Dili, 24 November 2013
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
