Semeja Lagi Setelah Tiga Puluh Tahun
Rasanya seperti baru kemarin kami duduk di kelas yang sama, bercanda di asrama, atau berjalan kaki dari Wisma Widya menuju sekolah. Kini, ubah kami sudah memutih
Cerita, feature, human interest, sesekali fiksi
Tulisan yang digarap lebih lama. Tentang sosok, tempat, atau sebuah peristiwa yang menurutku perlu dilihat dari dekat, tidak sekadar lewat.
Rasanya seperti baru kemarin kami duduk di kelas yang sama, bercanda di asrama, atau berjalan kaki dari Wisma Widya menuju sekolah. Kini, ubah kami sudah memutih
Di meja yang sama reuni Nyarumkop ini kami kembali bertemu. Seramping ketika masih mengenakan seragam putih abu-abu. Ada yang tidak berubah dari sebuah reuni. Bukan wajah-wajahnya. Sebab rambut kami mulai memutih. Kerutan mulai hadir di sudut mata. Sebagian perut tak lagi seramping ketika masih mengenakan seragam putih abu-abu. BACA JUGA: Pastor Alex Mingkar, dari Bangku … Read more
Ada satu momen yang cukup membekas bagi ku seusai Reuni Akbar 110 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop, 4-6 September 2026. Bukan ketika ribuan alumni berkumpul. Bukan pula saat foto bersama atau ketika lagu-lagu lama dinyanyikan. Momen itu justru terjadi ketika aku menemani Bang Masri Sareb Putra berjalan menuruni lereng menuju sebuah rumah yang kini berada di … Read more
Setiap orang punya cerita. Ada yang jalannya berliku, ada yang tampak lurus sejak awal. Namun pada akhirnya, waktu selalu memperlihatkan bagaimana Tuhan bekerja dalam kehidupan seseorang. Bagi umat Katolik di Pontianak, nama RD Alexius Alex Mingkar tentu bukan sosok yang asing. Selama bertahun-tahun ia melayani umat di Paroki Katedral Santo Yosef Pontianak. Wajahnya akrab di … Read more
Ada orang-orang yang kita kenali lewat deretan gelar akademik, tebalnya publikasi jurnal, atau reputasi internasionalnya terlebih dahulu. Namun, di blog ini, saya selalu percaya bahwa cerita terbaik adalah tentang bagaimana kita mengenal manusia di balik semua pencapaian mentereng tersebut. Bagi saya, salah satu cerita itu mengalir dari sosok Albertus Yustinus Imas. Jika Anda berselancar di … Read more
Ada orang-orang yang kita kenali lewat wajah atau jabatannya terlebih dahulu. Namun, dalam dunia literasi, rute perkenalan itu sering kali terbalik. Kita jatuh cinta pada isi kepalanya, akrab dengan diksinya, baru kemudian takdir mempertemukan kita dengan raganya. Itulah yang saya alami saat mengenal R. Masri Sareb Putra, M.A. Jauh sebelum tatap muka itu terjadi, saya … Read more
Setiap orang punya cerita, dan di blog ini saya selalu percaya bahwa cerita terbaik adalah yang dialami sendiri secara nyata. Di sudut-sudut Kalimantan Barat, ada satu cerita yang terus hidup tentang keberanian serta ketulusan yang dibungkus kesederhanaan. Cerita itu milik Bruder Stephanus Paiman OFM Cap. Bagi masyarakat Pontianak dan pedalaman Kalbar, ia bukan sekadar seorang … Read more
Sejarah tidak selalu tertulis di buku. Kadang ia tersimpan dalam bekas luka yang dibawa seseorang seumur hidup Saat melihatnya bekerja memasang atap dan mengukur kayu dengan teliti, sulit membayangkan bahwa puluhan tahun lalu ia pernah berlari menyelamatkan diri dari amuk kerusuhan. Pria yang kami panggil Si Bisu itu kini tinggal di Pontianak. Ia bekerja sebagai … Read more
Saya tidak pernah menyangka bahwa percakapan sederhana di sela-sela pekerjaan memperbaiki rumah akan membawa saya pada sebuah kisah yang begitu menyentuh. Pria itu seorang tukang. Tubuhnya tidak besar. Ia bekerja memperbaiki atap rumah kami yang bocor, memasang dek, dan membuat atap garasi sederhana. Ia juga seorang penyandang tuna wicara. Kami memanggilnya dengan sederhana: Si Bisu. … Read more
Di rumah kami sedang ada pekerjaan kecil-kecilan. Tidak besar, hanya memasang dek rumah, membuat atap garasi sederhana dari kayu dan spandek, serta memperbaiki beberapa bagian atap yang bocor. Namun dari pekerjaan yang tampak sederhana itu, saya justru belajar sesuatu yang berharga dari seorang tukang yang kami panggil “Si Bisu”. Oh iya, pembaca harap maklum dengan … Read more