Semeja Lagi Setelah Tiga Puluh Tahun

Rasanya seperti baru kemarin kami duduk di kelas yang sama, bercanda di asrama, atau berjalan kaki dari Wisma Widya menuju sekolah. Kini, ubah kami sudah memutih

Di Meja yang Sama Reuni Nyarumkop

Di meja yang sama reuni Nyarumkop ini kami kembali bertemu. Seramping ketika masih mengenakan seragam putih abu-abu. Ada yang tidak berubah dari sebuah reuni. Bukan wajah-wajahnya. Sebab rambut kami mulai memutih. Kerutan mulai hadir di sudut mata. Sebagian perut tak lagi seramping ketika masih mengenakan seragam putih abu-abu. BACA JUGA: Pastor Alex Mingkar, dari Bangku … Read more

Brother Albertus Yustinus Imas, Dominikan Awam, dan Ketajaman Analisa di Secangkir Kopi

Ada orang-orang yang kita kenali lewat deretan gelar akademik, tebalnya publikasi jurnal, atau reputasi internasionalnya terlebih dahulu. Namun, di blog ini, saya selalu percaya bahwa cerita terbaik adalah tentang bagaimana kita mengenal manusia di balik semua pencapaian mentereng tersebut. Bagi saya, salah satu cerita itu mengalir dari sosok Albertus Yustinus Imas. Jika Anda berselancar di … Read more

Berjumpa Karya Sebelum Orangnya, Catatan Singkat Bersama Masri Sareb Putra

Ada orang-orang yang kita kenali lewat wajah atau jabatannya terlebih dahulu. Namun, dalam dunia literasi, rute perkenalan itu sering kali terbalik. Kita jatuh cinta pada isi kepalanya, akrab dengan diksinya, baru kemudian takdir mempertemukan kita dengan raganya. Itulah yang saya alami saat mengenal R. Masri Sareb Putra, M.A. Jauh sebelum tatap muka itu terjadi, saya … Read more

Jubah Cokelat di Kemudi Ambulans, Kesaksian Mengenal Bruder Stephanus Paiman

Setiap orang punya cerita, dan di blog ini saya selalu percaya bahwa cerita terbaik adalah yang dialami sendiri secara nyata. Di sudut-sudut Kalimantan Barat, ada satu cerita yang terus hidup tentang keberanian serta ketulusan yang dibungkus kesederhanaan. Cerita itu milik Bruder Stephanus Paiman OFM Cap. Bagi masyarakat Pontianak dan pedalaman Kalbar, ia bukan sekadar seorang … Read more

Dari Ladang dan Kebun Karet Menuju Kota Pontianak

Sejarah tidak selalu tertulis di buku. Kadang ia tersimpan dalam bekas luka yang dibawa seseorang seumur hidup Saat melihatnya bekerja memasang atap dan mengukur kayu dengan teliti, sulit membayangkan bahwa puluhan tahun lalu ia pernah berlari menyelamatkan diri dari amuk kerusuhan. Pria yang kami panggil Si Bisu itu kini tinggal di Pontianak. Ia bekerja sebagai … Read more

Bekas Luka di Tulang Kering Itu

Saya tidak pernah menyangka bahwa percakapan sederhana di sela-sela pekerjaan memperbaiki rumah akan membawa saya pada sebuah kisah yang begitu menyentuh. Pria itu seorang tukang. Tubuhnya tidak besar. Ia bekerja memperbaiki atap rumah kami yang bocor, memasang dek, dan membuat atap garasi sederhana. Ia juga seorang penyandang tuna wicara. Kami memanggilnya dengan sederhana: Si Bisu. … Read more

Si Bisu yang Mengajarkan Arti Tanggung Jawab

Di rumah kami sedang ada pekerjaan kecil-kecilan. Tidak besar, hanya memasang dek rumah, membuat atap garasi sederhana dari kayu dan spandek, serta memperbaiki beberapa bagian atap yang bocor. Namun dari pekerjaan yang tampak sederhana itu, saya justru belajar sesuatu yang berharga dari seorang tukang yang kami panggil “Si Bisu”. Oh iya, pembaca harap maklum dengan … Read more