Seratus Rupiah dari Daun Simpor

Penyengat mengajarkannya tentang rasa sakit. Daun simpor mengajarkannya tentang harga sebuah usaha Ayahnya seorang guru. Di kampung mereka, profesi itu termasuk pekerjaan yang dihormati. Setiap bulan ayahnya pergi ke kota untuk menerima gaji sebagai guru pegawai negeri sipil. Sementara ibunya mengurus rumah dan membantu perekonomian keluarga dengan berladang. Untuk ukuran kehidupan kampung, keluarga mereka tidak … Read more

Pisang yang Tak Jadi Dititipkan

Ada luka masa kecil yang tidak meninggalkan bekas pada tubuh, tetapi tetap tinggal dalam ingatan hingga puluhan tahun kemudian. Ketika masih kecil, ia sering membantu orang tuanya. Di kampung, anak-anak tumbuh bersama pekerjaan. Mereka belajar bahwa hidup tidak hanya tentang bermain, tetapi juga tentang ikut mengambil bagian dalam kehidupan keluarga. Kadang membantu di ladang, kadang … Read more

Kebun Kopi Nenek

Ada tempat-tempat yang hilang dari peta kehidupan kita, tetapi tidak pernah hilang dari ingatan Saat usianya sekitar sembilan atau sepuluh tahun, ladang adalah salah satu tempat yang paling sering didatanginya bersama Nenek. Hampir setiap minggu ia mengikuti perempuan tua itu berjalan menyusuri jalan setapak menuju ladang. Namun di antara semua perjalanan masa kecilnya, ada satu … Read more

Lalak Kampokng

Ada masa ketika kampung menjadi sangat sunyi, sampai anak-anak pun belajar berbicara dengan bisikan Pada akhir tahun delapan puluhan dan awal sembilan puluhan, kampung mereka belum mengenal listrik. Malam datang benar-benar sebagai malam. Gelap turun perlahan dari balik hutan, lalu menyelimuti rumah-rumah kayu yang berdiri berjauhan di antara pohon-pohon dan ladang. Satu-satunya bangunan besar saat … Read more

Mata Kail dan Seekor Ular

Masa kecil di kampung mengajarkan satu hal: keberanian sering lahir bukan karena tidak takut, melainkan karena terlalu ingin menikmati petualangan. Ia suka memancing sejak kecil. Bukan memancing di danau besar atau laut seperti yang sering terlihat di televisi, melainkan di parit-parit kecil yang membelah ladang dan pinggir kampung. Parit-parit itu airnya kecokelatan, kadang tenang, kadang … Read more

Cahaya Pelita di Beranda

Ada masa ketika kebahagiaan tidak datang dari banyaknya cahaya, melainkan dari siapa yang duduk bersama kita di sekelilingnya. Sebelum listrik masuk ke kampung, malam datang dengan cara yang berbeda. Ia tidak hadir bersama lampu-lampu terang yang menyala hanya dengan satu sentuhan jari. Malam turun perlahan, mengikuti matahari yang tenggelam di balik hutan, lalu menyelimuti rumah-rumah … Read more

Pacet dan Katoro Kecil di Punggungnya

Masa kecil sering kali terdiri dari dua hal yang berjalan berdampingan: kegembiraan kecil dan ketakutan-ketakutan sederhana. Setiap kali pergi ke ladang, Nenek selalu membawa katoro. Bentuknya sederhana, tetapi bagi orang kampung, benda itu sama pentingnya seperti tas bagi orang kota. Katoro dibuat dari buluh dan rotan yang dianyam dengan tangan-tangan terampil yang telah mewarisi keterampilan … Read more

Sang Malaikat di Barisan Doa

Beberapa rasa hadir begitu lembut, hingga kita sendiri takut menyebutnya cinta. Aku mengenalnya dari senyum. Bukan dari nama. Bukan pula dari percakapan panjang. Hanya dari senyum kecil yang selalu muncul setiap kali kami berpapasan di komunitas doa pada malam Jumat. Kota kecil kami tidak pernah benar-benar ramai. Menjelang malam, jalan-jalan mulai lengang. Warung kopi dipenuhi … Read more

Jingga yang Selalu Datang Bersama Malam

Rindu terkadang datang bukan karena cinta belum selesai, melainkan karena kenangan itu terlalu indah untuk benar-benar hilang. Kota kecil itu selalu lebih indah setelah hujan. Lampu-lampu jalan memantul di aspal basah. Kedai kopi masih ramai oleh orang-orang yang enggan pulang terlalu cepat. Dari kejauhan terdengar suara musik lama bercampur gelak tawa dan bunyi cangkir yang … Read more

Malam yang Disimpan Diam-diam

Ada malam yang tubuhnya telah pergi, tetapi hangatnya masih tinggal bertahun-tahun di dalam ingatan. Hujan turun tipis malam itu. Kota kecil kami basah oleh cahaya lampu jalan yang memantul di aspal. Kedai-kedai kopi mulai tutup satu per satu. Orang-orang pulang membawa payung dan sisa percakapan hangat dari meja-meja kayu yang sejak sore dipenuhi tawa. Sementara … Read more