Category: Cerita
-
Lalak Kampokng
Ada masa ketika kampung menjadi sangat sunyi, sampai anak-anak pun belajar berbicara dengan bisikan Pada akhir tahun delapan puluhan dan awal sembilan puluhan, kampung mereka belum mengenal listrik. Malam datang benar-benar sebagai malam. Gelap turun perlahan dari balik hutan, lalu menyelimuti rumah-rumah kayu yang berdiri berjauhan di antara pohon-pohon dan ladang. Satu-satunya bangunan besar saat…
-
Mata Kail dan Seekor Ular
Masa kecil di kampung mengajarkan satu hal: keberanian sering lahir bukan karena tidak takut, melainkan karena terlalu ingin menikmati petualangan. Ia suka memancing sejak kecil. Bukan memancing di danau besar atau laut seperti yang sering terlihat di televisi, melainkan di parit-parit kecil yang membelah ladang dan pinggir kampung. Parit-parit itu airnya kecokelatan, kadang tenang, kadang…
-
Cahaya Pelita di Beranda
Ada masa ketika kebahagiaan tidak datang dari banyaknya cahaya, melainkan dari siapa yang duduk bersama kita di sekelilingnya. Sebelum listrik masuk ke kampung, malam datang dengan cara yang berbeda. Ia tidak hadir bersama lampu-lampu terang yang menyala hanya dengan satu sentuhan jari. Malam turun perlahan, mengikuti matahari yang tenggelam di balik hutan, lalu menyelimuti rumah-rumah…
-
Pacet dan Katoro Kecil di Punggungnya
Masa kecil sering kali terdiri dari dua hal yang berjalan berdampingan: kegembiraan kecil dan ketakutan-ketakutan sederhana. Setiap kali pergi ke ladang, Nenek selalu membawa katoro. Bentuknya sederhana, tetapi bagi orang kampung, benda itu sama pentingnya seperti tas bagi orang kota. Katoro dibuat dari buluh dan rotan yang dianyam dengan tangan-tangan terampil yang telah mewarisi keterampilan…
-
Sang Malaikat di Barisan Doa
Beberapa rasa hadir begitu lembut, hingga kita sendiri takut menyebutnya cinta. Aku mengenalnya dari senyum. Bukan dari nama. Bukan pula dari percakapan panjang. Hanya dari senyum kecil yang selalu muncul setiap kali kami berpapasan di komunitas doa pada malam Jumat. Kota kecil kami tidak pernah benar-benar ramai. Menjelang malam, jalan-jalan mulai lengang. Warung kopi dipenuhi…
-
Jingga yang Selalu Datang Bersama Malam
Rindu terkadang datang bukan karena cinta belum selesai, melainkan karena kenangan itu terlalu indah untuk benar-benar hilang. Kota kecil itu selalu lebih indah setelah hujan. Lampu-lampu jalan memantul di aspal basah. Kedai kopi masih ramai oleh orang-orang yang enggan pulang terlalu cepat. Dari kejauhan terdengar suara musik lama bercampur gelak tawa dan bunyi cangkir yang…
-
Malam yang Disimpan Diam-diam
Ada malam yang tubuhnya telah pergi, tetapi hangatnya masih tinggal bertahun-tahun di dalam ingatan. Hujan turun tipis malam itu. Kota kecil kami basah oleh cahaya lampu jalan yang memantul di aspal. Kedai-kedai kopi mulai tutup satu per satu. Orang-orang pulang membawa payung dan sisa percakapan hangat dari meja-meja kayu yang sejak sore dipenuhi tawa. Sementara…
-
Sunge Manur Setelah Hujan
Parahu jalor telah lama bersandar, tetapi perjalanan itu masih berlayar dalam ingatan. Hujan semalaman turun tanpa tergesa-gesa. Bukan hujan yang datang mengamuk lalu pergi, melainkan hujan kampung yang sabar. Ia mengetuk atap daun sagu, membasahi daun-daun, mengisi parit kecil di tepi jalan, lalu perlahan memenuhi anak-anak sungai yang bermuara ke Sunge Manur. Pagi harinya, dunia…
-
Aroma yang Tinggal di Dalam Waktu
Barangkali rindu adalah cara hati menghormati seseorang yang pernah membuatnya berdebar begitu indah Ada hal-hal yang gagal dibawa pergi oleh waktu. Aku baru memahami itu bertahun-tahun setelah perpisahan kami. Kota telah berubah. Kedai kopi tempat kami biasa duduk kini memiliki cat baru. Pohon trembesi di ujung jalan tumbuh semakin besar. Wajah-wajah yang dulu akrab satu…
-
Perempuan yang Tinggal di Warna Jingga
Ia selalu datang ketika matahari hampir tenggelam. Seolah ada perjanjian rahasia antara dirinya dan langit. Ketika warna jingga mulai menyentuh cakrawala, ketika burung-burung kembali ke sarang, dan ketika kota kecil mulai memperlambat langkahnya, di sanalah ia biasanya berada. Aku menyebutnya gadis penikmat senja. Barangkali karena aku tidak pernah menemukan nama lain yang lebih tepat. Sore…