Author: Stefanus Akim
-
Musim Panas di Lüxem: Tentang Rumput, Lebah, dan Hari-Hari yang Berjalan Pelan
Di Lüxem, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari perjalanan yang jauh. Kadang ia hadir dalam bentuk rumput hijau, secangkir teh, dan percakapan sederhana di bawah langit musim panas Selama berada di Jerman, kami tidak selalu berpindah dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya. Ada hari-hari ketika kami hanya tinggal di rumah. Tidak…
-
Lüxem dan Bombogen: Tentang Bunga Matahari, Kebun Sayur, dan Kehidupan yang Berjalan Pelan
Selama hampir sebulan berada di Jerman, saya menyadari bahwa kenangan terbaik tidak selalu lahir dari tempat-tempat terkenal. Bukan dari kastel megah. Bukan dari kota-kota tua yang dipenuhi wisatawan. Bukan pula dari museum atau bangunan bersejarah. Kadang kenangan terbaik justru lahir dari kehidupan sehari-hari yang sederhana. Seperti hari-hari yang kami jalani di Lüxem dan Bombogen. Lüxem…
-
Musim Panas di Lüxem: Tentang Rumput, Lebah, dan Hari-Hari yang Berjalan Pelan
Di Lüxem, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari perjalanan yang jauh. Kadang ia hadir dalam bentuk rumput hijau, secangkir teh, dan percakapan sederhana di bawah langit musim panas Selama berada di Jerman, kami tidak selalu berpindah dari satu tempat wisata ke tempat wisata lainnya. Ada hari-hari ketika kami hanya tinggal di rumah. Tidak…
-
Porta Nigra: Berdiri di Depan Dua Ribu Tahun Sejarah di Trier
Manusia datang dan pergi. Generasi berganti generasi. Namun Porta Nigra tetap berdiri, mengingatkan bahwa ada hal-hal yang mampu melampaui umur kita. Ada banyak bangunan tua yang kami lihat selama berada di Jerman. Katedral. Kastel. Rumah-rumah setengah kayu yang cantik. Jembatan-jembatan tua yang membentang di atas sungai. Namun ada satu bangunan yang benar-benar membuat saya berhenti…
-
Lalak Kampokng
Ada masa ketika kampung menjadi sangat sunyi, sampai anak-anak pun belajar berbicara dengan bisikan Pada akhir tahun delapan puluhan dan awal sembilan puluhan, kampung mereka belum mengenal listrik. Malam datang benar-benar sebagai malam. Gelap turun perlahan dari balik hutan, lalu menyelimuti rumah-rumah kayu yang berdiri berjauhan di antara pohon-pohon dan ladang. Satu-satunya bangunan besar saat…
-
Mata Kail dan Seekor Ular
Masa kecil di kampung mengajarkan satu hal: keberanian sering lahir bukan karena tidak takut, melainkan karena terlalu ingin menikmati petualangan. Ia suka memancing sejak kecil. Bukan memancing di danau besar atau laut seperti yang sering terlihat di televisi, melainkan di parit-parit kecil yang membelah ladang dan pinggir kampung. Parit-parit itu airnya kecokelatan, kadang tenang, kadang…
-
Cahaya Pelita di Beranda
Ada masa ketika kebahagiaan tidak datang dari banyaknya cahaya, melainkan dari siapa yang duduk bersama kita di sekelilingnya. Sebelum listrik masuk ke kampung, malam datang dengan cara yang berbeda. Ia tidak hadir bersama lampu-lampu terang yang menyala hanya dengan satu sentuhan jari. Malam turun perlahan, mengikuti matahari yang tenggelam di balik hutan, lalu menyelimuti rumah-rumah…
-
Pacet dan Katoro Kecil di Punggungnya
Masa kecil sering kali terdiri dari dua hal yang berjalan berdampingan: kegembiraan kecil dan ketakutan-ketakutan sederhana. Setiap kali pergi ke ladang, Nenek selalu membawa katoro. Bentuknya sederhana, tetapi bagi orang kampung, benda itu sama pentingnya seperti tas bagi orang kota. Katoro dibuat dari buluh dan rotan yang dianyam dengan tangan-tangan terampil yang telah mewarisi keterampilan…
-
Sang Malaikat di Barisan Doa
Beberapa rasa hadir begitu lembut, hingga kita sendiri takut menyebutnya cinta. Aku mengenalnya dari senyum. Bukan dari nama. Bukan pula dari percakapan panjang. Hanya dari senyum kecil yang selalu muncul setiap kali kami berpapasan di komunitas doa pada malam Jumat. Kota kecil kami tidak pernah benar-benar ramai. Menjelang malam, jalan-jalan mulai lengang. Warung kopi dipenuhi…
-
Jingga yang Selalu Datang Bersama Malam
Rindu terkadang datang bukan karena cinta belum selesai, melainkan karena kenangan itu terlalu indah untuk benar-benar hilang. Kota kecil itu selalu lebih indah setelah hujan. Lampu-lampu jalan memantul di aspal basah. Kedai kopi masih ramai oleh orang-orang yang enggan pulang terlalu cepat. Dari kejauhan terdengar suara musik lama bercampur gelak tawa dan bunyi cangkir yang…