Author: Stefanus Akim
-
Malam yang Disimpan Diam-diam
Ada malam yang tubuhnya telah pergi, tetapi hangatnya masih tinggal bertahun-tahun di dalam ingatan. Hujan turun tipis malam itu. Kota kecil kami basah oleh cahaya lampu jalan yang memantul di aspal. Kedai-kedai kopi mulai tutup satu per satu. Orang-orang pulang membawa payung dan sisa percakapan hangat dari meja-meja kayu yang sejak sore dipenuhi tawa. Sementara…
-
Jerman di Akhir Pekan: Sabtu yang Sibuk, Minggu yang Sunyi, dan Pelajaran tentang Ritme Hidup
Di Jerman, Minggu bukan sekadar hari libur, tetapi cara sebuah bangsa belajar berhenti tanpa merasa bersalah. Berada di Jerman beberapa waktu membuat kami cepat memahami satu pola yang sangat konsisten di banyak kota— baik di Trier, Koblenz, Düsseldorf, Munchen, Frankfurt, Bonn, maupun kota kecil seperti Wittlich. Pola itu bukan hanya soal transportasi atau arsitektur kota,…
-
Misa Pagi di Trier Dom: Batu Tua, Wajah-Wajah Dunia, dan Keheningan yang Sama
Pagi itu kami berangkat dari kawasan kota kecil Lüxem — mungkin sejenis kampung atau desa ya — dekat kota Wittlich menuju kota tua Trier. Menantu saya menyetir mobil, sementara kami sekeluarga duduk menikmati perjalanan yang tenang di pagi hari. Tujuan kami sederhana tetapi bermakna: mengikuti misa di Trier Cathedral (Cathedral of Saint Peter) atau Trier…
-
Menyusuri Trier Dom: Katedral Tertua, Relik Suci, dan Jejak Kota Romawi
Perjalanan kami di Jerman membawa kami ke sebuah kota yang terasa berbeda sejak langkah pertama. Trier bukan sekadar kota kecil di barat Jerman. Ia adalah salah satu kota tertua di negeri itu, jejak Kekaisaran Romawi masih terasa di mana-mana—di batu, di jalan, bahkan di udara yang seperti membawa sisa sejarah panjang. Di tengah kota inilah…
-
Jurnalisme di Tengah Tekanan Pageview: Antara Bertahan Hidup dan Menjaga Integritas
Ada masa ketika berita tidak lagi lahir dari pencarian kebenaran, melainkan dari hasrat untuk didengar lebih keras di tengah riuhnya dunia. Di era media digital, ruang redaksi tidak lagi hanya dipandu oleh satu hal: nilai berita. Kini ada “penguasa baru” yang diam-diam ikut menentukan arah kerja jurnalistik—pageview, klik, dan engagement. Data trafik yang real-time sering…
-
Di Dalam Kölner Dom: Antara Wisata, Doa, dan Diam yang Sama
Di dalam Kölner Dom, wisata dan doa berjalan berdampingan, dan pada akhirnya semua orang belajar cara yang sama untuk diam Di tengah kota berdiri sebuah bangunan yang tidak pernah benar-benar sepi dari manusia. Cologne Cathedral atau Kölner Dom bukan hanya destinasi wisata. Ia juga ruang doa, ruang sejarah, dan ruang pertemuan manusia dari berbagai belahan…
-
Di Dalam Kölner Dom: Hening di Tengah Dunia yang Beragam
Di tengah kota modern Koln atau orang Inggris menyebutnya Cologne berdiri sebuah bangunan yang seolah tidak tunduk pada zaman. Cologne Cathedral —atau Kölner Dom—bukan hanya gereja Katolik terbesar di Köln, tetapi juga salah satu katedral Gotik paling penting di dunia. Bangunan ini adalah saksi waktu yang sangat panjang. Pembangunannya dimulai pada tahun 1248, pada era…
-
Di Dalam Cologne Cathedral: Diam di Bawah Langit Batu yang Menjulang
Semakin tinggi langit-langit katedral itu, semakin kecil saya merasa sebagai manusia—dan justru di situlah saya merasa paling sadar akan keberadaan saya Perjalanan kami ke Köln membawa satu tujuan yang sejak awal sudah saya tunggu-tunggu: mengunjungi gereja Katolik terbesar di kota itu, sebuah bangunan yang dari kejauhan saja sudah terlihat seperti menolak untuk disamakan dengan bangunan…
-
Hujan di Eifelpark Gondorf: Singa, Burung Hantu, dan Aroma Hutan yang Tak Saya Lupa
Aroma tanah basah, daun hutan, dan hujan yang jatuh pelan di Eifel mengajarkan saya bahwa alam punya cara sendiri untuk menenangkan manusia. Ada satu tempat di kawasan Eifel, tidak jauh dari Trier dan Wittlich, yang sampai sekarang masih sering muncul dalam ingatan saya—meski nama resminya sempat saya lupa cukup lama. Setelah mencoba mengingat kembali potongan-potongan…
-
Sunge Manur Setelah Hujan
Parahu jalor telah lama bersandar, tetapi perjalanan itu masih berlayar dalam ingatan. Hujan semalaman turun tanpa tergesa-gesa. Bukan hujan yang datang mengamuk lalu pergi, melainkan hujan kampung yang sabar. Ia mengetuk atap daun sagu, membasahi daun-daun, mengisi parit kecil di tepi jalan, lalu perlahan memenuhi anak-anak sungai yang bermuara ke Sunge Manur. Pagi harinya, dunia…