Malam yang Disimpan Diam-diam
Ada malam yang tubuhnya telah pergi, tetapi hangatnya masih tinggal bertahun-tahun di dalam ingatan. Hujan turun tipis malam itu. KotaBaca selanjutnya
Stefanus Akim jurnalis dari Kalimantan Barat. Berkecimpung di Dunia pers sejak mahasiswa. Seorang suami dan ayah dari tiga anak. Penikmat kopi dan kue pukis, terkagum-kagum dengan klub Real Madrid dan Kaiserlautern. Selau rindu untuk berenang di Sungai Kapuas, khusus-nya Sunge Ritok dan Sungai Manur di Ampaning.
Ada malam yang tubuhnya telah pergi, tetapi hangatnya masih tinggal bertahun-tahun di dalam ingatan. Hujan turun tipis malam itu. KotaBaca selanjutnya
Di Jerman, Minggu bukan sekadar hari libur, tetapi cara sebuah bangsa belajar berhenti tanpa merasa bersalah. Berada di Jerman beberapaBaca selanjutnya
Pagi itu kami berangkat dari kawasan kota kecil Lüxem — mungkin sejenis kampung atau desa ya — dekat kota WittlichBaca selanjutnya
Perjalanan kami di Jerman membawa kami ke sebuah kota yang terasa berbeda sejak langkah pertama. Trier bukan sekadar kota kecilBaca selanjutnya
Ada masa ketika berita tidak lagi lahir dari pencarian kebenaran, melainkan dari hasrat untuk didengar lebih keras di tengah riuhnyaBaca selanjutnya
Di dalam Kölner Dom, wisata dan doa berjalan berdampingan, dan pada akhirnya semua orang belajar cara yang sama untuk diamBaca selanjutnya
Di tengah kota modern Koln atau orang Inggris menyebutnya Cologne berdiri sebuah bangunan yang seolah tidak tunduk pada zaman. CologneBaca selanjutnya
Semakin tinggi langit-langit katedral itu, semakin kecil saya merasa sebagai manusia—dan justru di situlah saya merasa paling sadar akan keberadaanBaca selanjutnya
Aroma tanah basah, daun hutan, dan hujan yang jatuh pelan di Eifel mengajarkan saya bahwa alam punya cara sendiri untukBaca selanjutnya
Parahu jalor telah lama bersandar, tetapi perjalanan itu masih berlayar dalam ingatan. Hujan semalaman turun tanpa tergesa-gesa. Bukan hujan yangBaca selanjutnya
Designed using Hoot Porto. Powered by WordPress.