Musim Panas di Lüxem: Tentang Rumput, Lebah, dan Hari-Hari yang Berjalan Pelan
Di Lüxem, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari perjalanan yang jauh. Kadang ia hadir dalam bentuk rumput hijau,Baca selanjutnya
Stefanus Akim jurnalis dari Kalimantan Barat. Berkecimpung di Dunia pers sejak mahasiswa. Seorang suami dan ayah dari tiga anak. Penikmat kopi dan kue pukis, terkagum-kagum dengan klub Real Madrid dan Kaiserlautern. Selau rindu untuk berenang di Sungai Kapuas, khusus-nya Sunge Ritok dan Sungai Manur di Ampaning.
Di Lüxem, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari perjalanan yang jauh. Kadang ia hadir dalam bentuk rumput hijau,Baca selanjutnya
Selama hampir sebulan berada di Jerman, saya menyadari bahwa kenangan terbaik tidak selalu lahir dari tempat-tempat terkenal. Bukan dari kastelBaca selanjutnya
Di Lüxem, saya belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari perjalanan yang jauh. Kadang ia hadir dalam bentuk rumput hijau,Baca selanjutnya
Manusia datang dan pergi. Generasi berganti generasi. Namun Porta Nigra tetap berdiri, mengingatkan bahwa ada hal-hal yang mampu melampaui umurBaca selanjutnya
Ada masa ketika kampung menjadi sangat sunyi, sampai anak-anak pun belajar berbicara dengan bisikan Pada akhir tahun delapan puluhan danBaca selanjutnya
Masa kecil di kampung mengajarkan satu hal: keberanian sering lahir bukan karena tidak takut, melainkan karena terlalu ingin menikmati petualangan.Baca selanjutnya
Ada masa ketika kebahagiaan tidak datang dari banyaknya cahaya, melainkan dari siapa yang duduk bersama kita di sekelilingnya. Sebelum listrikBaca selanjutnya
Masa kecil sering kali terdiri dari dua hal yang berjalan berdampingan: kegembiraan kecil dan ketakutan-ketakutan sederhana. Setiap kali pergi keBaca selanjutnya
Beberapa rasa hadir begitu lembut, hingga kita sendiri takut menyebutnya cinta. Aku mengenalnya dari senyum. Bukan dari nama. Bukan pulaBaca selanjutnya
Rindu terkadang datang bukan karena cinta belum selesai, melainkan karena kenangan itu terlalu indah untuk benar-benar hilang. Kota kecil ituBaca selanjutnya
Designed using Hoot Porto. Powered by WordPress.