Ketika Penegak Hukum Saling Berhadapan, Apa yang Sebenarnya Hilang?

Ada satu hal yang selalu saya pelajari selama menjadi wartawan. Setiap kali terjadi perkara besar, perhatian publik sering kali bergeser. Bukan lagi kepada substansi persoalan, melainkan kepada siapa yang sedang berselisih, siapa yang paling lantang berbicara, dan siapa yang tampak lebih meyakinkan di depan kamera. Begitu pula ketika kasus korupsi menjadi sorotan. Alih-alih hanya berbicara … Read more

Tuhan Tidak Selalu Membuka Pintu yang Kita Ketuk

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanmu, demikianlah firman TUHAN.”(Yesaya 55:8) Ada kalanya kita merasa Tuhan begitu dekat. Doa terasa mengalir, hati dipenuhi damai, dan segala sesuatu berjalan sesuai harapan. Namun ada pula masa ketika doa terasa seperti menggantung di udara. Hari demi hari kita memohon, bahkan mungkin menambah doa dengan novena, Rosario, atau … Read more

Epilog: Pada Akhirnya, Kita Belajar Percaya

Semakin bertambah usia, semakin saya menyadari bahwa iman bukanlah tentang selalu mendapatkan apa yang kita minta. Iman adalah keberanian untuk tetap percaya, bahkan ketika jawaban Tuhan belum terlihat. Tidak semua doa dijawab dengan kata “ya”. Ada doa yang dijawab dengan “tunggu”. Ada yang dijawab dengan “bukan sekarang”. Bahkan ada yang dijawab dengan “Aku mempunyai rencana … Read more

Ketika Tuhan Menutup Satu Pintu, Mungkin Ia Sedang Membuka Jalan yang Lebih Baik

“Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanmu, demikianlah firman TUHAN.”(Yesaya 55:8) Pernahkah Anda merasa doa-doa yang dipanjatkan seolah tidak pernah sampai ke surga? Hari demi hari kita berdoa. Kita memohon dengan sungguh-sungguh. Bahkan ada yang menambah doa dengan novena, Rosario, menghadiri Ekaristi harian, atau berdiam diri dalam Adorasi Sakramen Mahakudus. Namun keadaan tetap sama. … Read more

Andreas Harsono, Sebuah Makam, dan Utang Kecil kepada Pacificus Bos

Saya tidak menyangka, salah satu ide menulis yang paling membekas justru lahir di sebuah pemakaman. Bukan di ruang redaksi. Bukan pula di ruang kelas pelatihan jurnalisme. Melainkan di kompleks Pemakaman Katolik di Jalan AR Hakim, Pontianak, ketika saya menemani Andreas Harsono berziarah ke makam Mgr. Jan Pacificus Bos, OFM Cap. Di tempat yang sunyi itu, … Read more

Menjemput Cerita Bersama Bang Sahat: dari Ruang Liputan ke Masa Purnatugas yang Teduh

Setiap orang punya cerita. Ada yang ceritanya berhenti di halaman-halaman koran yang kini mulai menguning dimakan usia. Ada pula yang terus bertumbuh, mengikuti perjalanan hidup pemiliknya, menjelma menjadi kebun yang menghijau, keluarga yang berbahagia, atau pelayanan yang diam-diam menjadi berkat bagi banyak orang. Siang itu saya bertemu kembali dengan Bang Sahat Oloan Saragih. Sudah cukup … Read more

Mengunci Rasa Tanpa Gembok di Jembatan Hohenzollern

Ada tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata karena keindahan alamnya. Ada pula yang terkenal karena sejarahnya. Namun ada juga tempat yang hidup karena jutaan cerita manusia yang melekat padanya. Jembatan Hohenzollern (Hohenzollernbrücke) di Kota Cologne (Köln), Jerman, adalah salah satunya. Kami sekeluarga berkunjung ke sana pada Juli 2025 silam. Ketika saya, istri, dan anak-anak berdiri di … Read more

Brother Albertus Yustinus Imas, Dominikan Awam, dan Ketajaman Analisa di Secangkir Kopi

Ada orang-orang yang kita kenali lewat deretan gelar akademik, tebalnya publikasi jurnal, atau reputasi internasionalnya terlebih dahulu. Namun, di blog ini, saya selalu percaya bahwa cerita terbaik adalah tentang bagaimana kita mengenal manusia di balik semua pencapaian mentereng tersebut. Bagi saya, salah satu cerita itu mengalir dari sosok Albertus Yustinus Imas. Jika Anda berselancar di … Read more

Berjumpa Karya Sebelum Orangnya, Catatan Singkat Bersama Masri Sareb Putra

Ada orang-orang yang kita kenali lewat wajah atau jabatannya terlebih dahulu. Namun, dalam dunia literasi, rute perkenalan itu sering kali terbalik. Kita jatuh cinta pada isi kepalanya, akrab dengan diksinya, baru kemudian takdir mempertemukan kita dengan raganya. Itulah yang saya alami saat mengenal R. Masri Sareb Putra, M.A. Jauh sebelum tatap muka itu terjadi, saya … Read more