Duduk di Tepi Mosel: Nasi Goreng Terasi, Kastel Dongeng, dan Sehari di Cochem

Sejauh apa pun kami pergi, dari Kalimantan hingga lembah Mosel, satu hal tetap sama: pemandangan boleh berganti, tetapi nasi tetap tak tergantikan Jika ada kota yang langsung membuat saya jatuh hati saat berkunjung ke kawasan Mosel di Jerman, maka kota itu adalah Cochem. Bukan karena ukurannya yang besar. Bukan pula karena pusat perbelanjaannya yang ramai. … Read more

Dari Frankfurt hingga Bombogen: Pelajaran dari Jalur Sepeda di Jerman

Perjalanan di Jerman membuat saya sadar: kualitas hidup tidak selalu dibangun oleh proyek raksasa, tetapi juga oleh jalur sepeda yang hadir hingga desa-desa kecil Selama berkunjung ke Jerman pada Juni 2025, saya menyaksikan banyak hal yang menarik. Ada kota-kota tua yang telah berdiri sejak zaman Romawi, kastel-kastel yang tampak seperti keluar dari buku dongeng, sungai-sungai … Read more

Perempuan yang Datang Bersama Aroma Kopi

Ada orang yang meninggalkan jejak di jalan hidup kita. Ada pula yang meninggalkan kehangatan yang bertahan jauh lebih lama daripada kehadirannya Aku pertama kali menyadari bahwa aku mencintainya pada suatu sore yang biasa. Tidak ada hujan. Tidak ada musik yang mengalun dramatis. Tidak ada langit yang tiba-tiba berubah menjadi puisi. Hanya sebuah kedai kopi kecil … Read more

Wangi yang Tertinggal Setelah Hujan

Barangkali itulah sebabnya senja selalu tampak sendu; ia mengingat cahaya yang pernah dekat, sebelum akhirnya harus melepaskannya. Ada malam-malam yang tidak benar-benar pergi. Mereka tetap tinggal di antara lipatan waktu, muncul kembali ketika hujan mengetuk jendela atau ketika lagu lama tiba-tiba terdengar dari kedai kopi di sudut kota. Malam itu adalah salah satunya. Aku masih … Read more

Desir Daun Sagu

Ada suara-suara yang tidak pernah benar-benar pergi. Mereka hanya bersembunyi di dalam ingatan, lalu kembali ketika hati sedang rindu pulang. Sebelum mengenal suara mesin kendaraan, ia lebih dahulu mengenal suara daun sagu. Sebelum mengenal dering telepon dan bunyi notifikasi yang kini memenuhi kehidupan manusia, telinganya telah akrab dengan sebuah musik yang dimainkan alam setiap hari. … Read more

Aroma Kain Nenek

“Beberapa kerinduan datang tanpa suara. Kadang hanya berupa aroma yang tiba-tiba kembali pada suatu malam.” Malam di kampung selalu datang perlahan. Tidak seperti di kota yang dipenuhi lampu dan suara kendaraan, malam di kampung turun bersama kabut tipis dari tepi sungai, bersama bunyi serangga yang mulai bersahutan, dan bersama angin yang berembus dari ladang-ladang yang … Read more

Perempuan Penikmat Senja

Ia menyebut dirinya penikmat senja. Aku tidak pernah bertanya sejak kapan. Barangkali karena sebagian hal memang lebih indah tanpa penjelasan. Seperti aroma tanah setelah hujan, seperti suara burung yang pulang ke rimbun pepohonan, atau seperti alasan mengapa seseorang tiba-tiba menjadi penting dalam hidup kita. Aku mengenalnya pada sebuah musim yang biasa-biasa saja. Musim ketika kota … Read more

Ketika Real Madrid Mengakhiri Musim Tanpa Trofi

Saya tidak pernah membayangkan akan menulis tulisan seperti ini di akhir musim. Sebagai seorang Madridista, saya selalu memulai musim dengan harapan. Bukan karena Real Madrid harus selalu juara, tetapi karena klub ini sudah terlalu sering mengajarkan bahwa tidak ada yang mustahil. Berkali-kali kami melihat kebangkitan yang sulit dijelaskan dengan logika. Berkali-kali pula kami percaya bahwa … Read more

Bon Dia Dili

Bon Dia, selamat pagi sahabat. Udara berhembus hangat, sehangat kalian Pasir putih, cafe, dan bir menjadi satu. Lelaki memanggul ikan, hilir-mudik di Motael. Maaf, rupiah tak berlaku di sini. Hanya dolar dan centavos. Kota ini penuh dengan keindahan dan kedamaian Inikah penyebab Pak Tua culas itu ingin menidurimu? Kemudian si laknat membiarkan lars serdadu menginjak-injak Santa … Read more

Musim yang Tidak Pernah Menjadi Rumah

Di sebuah kota kecil yang jalan-jalannya dipayungi pohon tua, hidup seorang pria bernama Arga. Kota itu tidak terkenal di peta wisata. Namun, setiap pagi aroma kopi mengalir dari kedai-kedai sederhana di sudut jalan, bercampur dengan suara orang-orang yang saling menyapa seolah seluruh kota adalah keluarga besar yang belum sempat berpamitan. Arga menyukai kota itu. Ia … Read more