Semua Berawal dari Mimpi yang Nyaris Padam
Oleh Stefanus Akim Ketika saya berjalan di kota-kota Jerman bersama anak-anak saya, banyak orang mungkin melihat hasil akhirnya. Anak pertamaBaca selanjutnya
Oleh Stefanus Akim Ketika saya berjalan di kota-kota Jerman bersama anak-anak saya, banyak orang mungkin melihat hasil akhirnya. Anak pertamaBaca selanjutnya
Maastricht tidak memukau dengan gedung pencakar langit. Ia memikat dengan sungai, batu-batu tua, dan kehidupan yang berjalan tanpa tergesa-gesa JikaBaca selanjutnya
Oleh Stefanus Akim Setelah lebih dari 17 jam perjalanan dari Jakarta menuju Frankfurt, rasa lelah itu hilang dalam sekejap. DiBaca selanjutnya
Sejauh apa pun perjalanan membawa kita, selalu ada orang-orang yang membuat kita merasa seperti pulang ke rumah. Jika melihat petaBaca selanjutnya
Pagi berangkat dari desa kecil di Jerman, siang berdiri di depan katedral megah Luxembourg. Eropa membuat jarak terasa lebih pendekBaca selanjutnya
Salah satu perjalanan yang paling membekas selama saya berada di Jerman adalah ketika kami berangkat menuju Luxembourg. Bukan karena jaraknyaBaca selanjutnya
Dengan tiket 49 euro, saya tidak hanya membeli perjalanan. Saya membeli kesempatan melihat Jerman dari jendela kereta, kursi bus, danBaca selanjutnya
Di Jerman, kereta bukan sekadar alat transportasi. Ia adalah jendela berjalan yang memperlihatkan desa, sungai, ladang, dan kehidupan yang mengalirBaca selanjutnya
Membuang makanan bukan hanya membuang apa yang ada di piring. Kita juga membuang air, energi, tanah, waktu, dan kerja kerasBaca selanjutnya
Di kampung saya, padi dipercaya berasal dari langit. Di Jerman, makanan dihargai dengan tidak membuangnya. Dua budaya yang berbeda, tetapiBaca selanjutnya
Designed using Hoot Porto. Powered by WordPress.