Category: Notes
-
Di Dalam Cologne Cathedral: Diam di Bawah Langit Batu yang Menjulang
Semakin tinggi langit-langit katedral itu, semakin kecil saya merasa sebagai manusia—dan justru di situlah saya merasa paling sadar akan keberadaan saya Perjalanan kami ke Köln membawa satu tujuan yang sejak awal sudah saya tunggu-tunggu: mengunjungi gereja Katolik terbesar di kota itu, sebuah bangunan yang dari kejauhan saja sudah terlihat seperti menolak untuk disamakan dengan bangunan…
-
Hujan di Eifelpark Gondorf: Singa, Burung Hantu, dan Aroma Hutan yang Tak Saya Lupa
Aroma tanah basah, daun hutan, dan hujan yang jatuh pelan di Eifel mengajarkan saya bahwa alam punya cara sendiri untuk menenangkan manusia. Ada satu tempat di kawasan Eifel, tidak jauh dari Trier dan Wittlich, yang sampai sekarang masih sering muncul dalam ingatan saya—meski nama resminya sempat saya lupa cukup lama. Setelah mencoba mengingat kembali potongan-potongan…
-
Jurnalisme Tumbuh dari Perbedaan
Kebenaran tidak hidup dalam satu perspektif; karena itu redaksi yang sehat harus memberi tempat bagi banyak suara Selain memiliki struktur organisasi yang jelas dan sistem kerja yang efektif, sebuah redaksi idealnya juga dibangun di atas keberagaman. Ruang redaksi sebaiknya diisi oleh orang-orang dengan latar belakang suku, agama, budaya, daerah, gender, generasi, pendidikan, dan pengalaman hidup…
-
Ketika Kantor Lupa Bahwa Karyawan Adalah Manusia
Tidak ada karier yang cukup berharga untuk ditukar dengan kesehatan mental, keluarga, dan kedamaian jiwa. Banyak orang mengira alasan utama seseorang bertahan di sebuah perusahaan adalah gaji. Padahal kenyataannya tidak selalu demikian. Tidak sedikit karyawan yang memilih tetap bekerja karena merasa dihargai, didengarkan, dan diperlakukan sebagai manusia. Mereka tidak menuntut perlakuan istimewa. Mereka hanya ingin…
-
Ketika Berani Terbang dari Sangkar
Di luar zona nyaman ternyata bukan hanya ada risiko, tetapi juga kesempatan yang selama ini menunggu untuk ditemukan Ada satu ketakutan yang hampir selalu muncul ketika seseorang berpikir untuk meninggalkan zona nyamannya. “Bagaimana kalau gagal?” “Bagaimana kalau tidak ada penghasilan?” “Bagaimana kalau hidup menjadi lebih sulit?” “Bagaimana kalau keputusan ini ternyata salah?” Pertanyaan-pertanyaan itu wajar.…
-
Di Balik Dinding Burg Cochem: Ketika Kastel Jerman Mengingatkan Saya pada Badel Antak Milik Ayah
Ratusan tahun lalu kastel ini dibangun untuk menghadapi perang. Hari ini, orang datang untuk menikmati keindahannya. Waktu memang mampu mengubah fungsi, tetapi tidak selalu menghapus makna Selama berada di kawasan Mosel, ada satu bangunan yang hampir selalu mencuri perhatian saya. Ke mana pun mata memandang dari kota tua Cochem, bangunan itu selalu terlihat berdiri gagah…
-
Duduk di Tepi Mosel: Nasi Goreng Terasi, Kastel Dongeng, dan Sehari di Cochem
Sejauh apa pun kami pergi, dari Kalimantan hingga lembah Mosel, satu hal tetap sama: pemandangan boleh berganti, tetapi nasi tetap tak tergantikan Jika ada kota yang langsung membuat saya jatuh hati saat berkunjung ke kawasan Mosel di Jerman, maka kota itu adalah Cochem. Bukan karena ukurannya yang besar. Bukan pula karena pusat perbelanjaannya yang ramai.…
-
Dari Frankfurt hingga Bombogen: Pelajaran dari Jalur Sepeda di Jerman
Perjalanan di Jerman membuat saya sadar: kualitas hidup tidak selalu dibangun oleh proyek raksasa, tetapi juga oleh jalur sepeda yang hadir hingga desa-desa kecil Selama berkunjung ke Jerman pada Juni 2025, saya menyaksikan banyak hal yang menarik. Ada kota-kota tua yang telah berdiri sejak zaman Romawi, kastel-kastel yang tampak seperti keluar dari buku dongeng, sungai-sungai…
-
Bekerja untuk Hidup, Bukan Hidup untuk Bekerja, Sejauh Mana Work-life Balance Kamu?
Ada sebuah pepatah yang sering dikaitkan dengan budaya kerja di Jerman:“Man arbeitet, um zu leben, nicht man lebt, um zu arbeiten.“ Kita bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja. Kalimat itu terdengar sederhana. Bahkan mungkin klise. Namun semakin bertambah usia, semakin kita menyadari betapa dalam maknanya. Banyak orang memulai karier dengan mimpi yang baik. Ingin…
-
Ketika Hidup Kembali Menjadi Milik Kita
Ada hal-hal yang baru terasa nikmat ketika kita tidak lagi diburu waktu. Dulu, pagi sering dimulai dengan membuka ponsel. Belum sempat benar-benar sadar, notifikasi pekerjaan sudah berbaris menunggu jawaban. Kalender penuh rapat. Grup kantor aktif sejak subuh. Bahkan secangkir kopi yang seharusnya menjadi teman menikmati pagi sering kali hanya menjadi bahan bakar untuk bertahan menghadapi…